Tuesday, July 24, 2018

India, Indonesia, dan Kemerdekaan

Indonesia resmi mem-proklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, namun rintangan untuk merasakan arti merdeka bagi bangsa ini tetap saja berdatangan dari beberapa pihak. Dalam perjuangannya melawan pihak kontra, Indonesia harus memastikan posisinya di dunia Internasional terlebih dahulu. Maka dari itu berbagai usaha diplomasi dilakukan Indonesia mulai dari negara tetangga hingga negara lain yang jaraknya jauh dari Indonesia guna mendapat simpati dari negara lain.

Salah satu negara yang mau membantu Indonesia adalah negara India. Hubungan diplomasi Indonesia dan India dimulai dari keputusan pemerintah Indonesia pada April 1946 berupa pengiriman bantuan beras kepada India. Hal ini dilakukan dalam upaya menanggulangi bencana kelaparan yang terjadi di India. Kesepakatan yang terjalin adalah Indonesia akan mengirim 500.000 ton beras kepada India. Sebagai balasan terhadap Indonesia, India sepakat mengirimkan bahan pakaian, obat-obatan, dan alat-alat pertanian yang sulit di peroleh di Indonesia karena adanya blokade ekonomi oleh Belanda.

Hubungan antara Indonesia dan India makin terjalin erat. Rasa percaya India ditandai dengan diizinkannya Indonesia untuk mendirikan perwakilan di New Delhi. Pada bulan Maret-April 1947, diadakan Konferensi New Delhi (Inter-Asian Relations Confrence) yang makin membuka jalur pendekatan Indonesia dengan negara-negara lain. Bagi Indonesia, konfrensi tersebut adalah kesempatan baik untuk mendapat dukungan dalam menghadapi Belanda.

Setelah konferensi, pada 31 Juli 1947, India dan Australia mengajukan masalah Indonesia dan Belanda ke PBB yang langsung di respon pada 1 Agustus 1947 bahwa konflik tersebut harus segera diselesaikan melalui arbitrase. Namun Belanda malah menentangnya dan langsung melakukan Agresi Militer II pada 19 Desember 1948. Aksi ini menuai protes dari banyak negara dan menjadi alasan diadakannya Konferensi Asia di New Delhu pada 20-25 Januari 1949. Bertujuan khusus untuk membahas Agresi Militer Belanda II, hasil konferensi tersebut menuntut adanya gencatan senjata dan pengembalian ibu kota Indonesia ke Yogyakarta.

Rasa simpati India terhadap Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaannya diwujudkan dalam bentuk bantuan moral dan material. Hubungan dan kedekatan yang terjalin antara India dan Indonesia bukan sesuatu yang baru karena telah terjalin berabad-abad sebelumnya melalui perdagangan Internasional. Hubungan yang telah berumur panjang tersebut terjadi salah satunya karena Indonesia dan India memilik tujuan yang sama, yaitu berupaya membebaskan negara dari penjajah.